Trisna Mulyana

Trisna Mulyana

Mudahkanlah, jangan dipersulit!

Sabtu, 27 Jun 2020 15:10

Alat Komunikasi

KEBUN BINATANG

 
TEMA          : REKREASI
SUBTEMA  : KEBUN BINATANG
KELAS        : 10 TUNAGRAHITA


Tamasya ke Kebun Binatang
 
 
Bacalah teks bacaan di bawah ini dengan seksama!
Ini adalah cerita Oni yang disampaikan di depan kelas.
Saya, Olla (kakak saya) beserta ayah dan ibu pergi ke kebun binatang. Ayah membeli karcis untuk kami berempat. Harga masing-masing karcis itu sepuluh ribu rupiah. Ayah membagikan karcis dan kami pun mengantre. Suasana di kebun binatang sangat ramai. Binatang yang pertama kami lihat adalah gajah. Kandang gajah paling dekat dengan gerbang masuk kebun binatang. Kami berkeliling melihat binatang-binatang lain, seperti buaya, beruang, harimau, ular,  burung, monyet, kancil dan lainnya. Kata ayah, para petugas di Kebun Binatang sangat banyak. Ada yang bekerja memberi makan hewan, ada pelatih hewan, penjaga keamanan, dokter hewan, petugas kebersihan. Itu semua agar pengunjung merasa nyaman. 
"Apakah kamu merasa senang, Oni?" tanya ayah.
"Senang sekali, Yah!" Jawabku.
Ayah mengusap-usap kepalaku.
Sebelum pulang, kami mampir makan di restoran.
 
Ayo berlatih!
 
Apakah kalian sudah memahami apa isi bacaan "Tamasya ke Kebun Binatang?"
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut! Jangan lupa tulis di bukumu ya, nanti boleh dikirim ke group WhatsApp kelasmua supaya temannya tahu juga.
1. Siapakah yang berceritera pada bacaan di atas?
    Jawab : .................................................
2. Siapa saja yang bertamasya?
    Jawab : .................................................
3. Ke mana mereka bertamasya?
4. Berapa rupiah ayah harus membayar semua karcis?
    Jawab : .................................................
5. Jenis pekerjaan apa yang ada di kebun binatang?
    Jawab : .................................................
 
Siapa yang sudah pernah ke kebun binatang?
Kalian juga dapat berceritera tentang hewan peliharaanmu, atau hewan yang kalian sukai.
 
Ayo Cari Tahu!
 
Amatilah hewan di sekitarmu, kemudian isilah tabel berikut bersama ayah ibu dan saudaramu! jangan lupa tulis di bukumu ya dan nanti tunjukkan di group WhatsApp kelasmu
 
Tabel 1.2 Tugas Mengamati Hewan
 
 
 
Marilah kita bersyukur atas ciptaan Tuhan.
Tuhan menciptakan keberagaman pada hewan. Ada hewan jantan dan betina, ada hewan buas dan jinak. 
Perhatikan aneka hewan di bawah ini!
 
Keberagaman hewan memberikan manfaat bagi manusia.
Kita harus menyayangi hewan dan menjaganya
Ayo menyayangi dan memelihara hewan!
Di alam ini terdapat keberagaman kehidupan, Tuhan menciptakan manusia dan makhluk hidup lain dengan keberagamannya. Ada yang berbeda kulitnya, ada yang berbeda rambutnya, ada yang berbeda tingginya, ada laki-laki dan ada perempuan.
 
 
Perhatikan gambar keberagaman manusia di bawah ini!
 
Setiap manusia memiliki ciri-ciri tertentu. Menurut kalian manakah sikap yang baik dan tidak baik kepada temanmu yang berbeda dengan kamu?
 
Berilah tanda centang (V) pada kolom yang tersedia!
 
Ayo berhitung!
 
Di kebun binatang terdapat beberapa kelompok binatang yang ditempatkan di kandang  yang  terpisah.
Ada 8 ekor gajah, 30 ekor burung, 5 ekor harimau, dan 17 ekor buaya.
 
Hitunglah penjumlahan di bawah ini! tulis di bukumu ya dan nanti tunjukkan di group WhatsApp kelasmu
 
 
Ayo Menyimak!
 
Keragaman Hidup Hewan
 
Indonesia kaya akan keragaman hewannya. Setiap daerah memiliki hewan khas daerahnya masing-masingn Seperti badak bercula satu dari Ujung Kulon. Burung Cendrawasih dari Papua. Harimau Sumatera dari Sumatera, komodo dari pulau Komodo, dan masih banyak lainnya. Pemerintah melindungi hewan- hewan tersebut dari kepunahan. Setiap hewan juga memiliki kelompok masing-masing. Ada kelompok hewan pemakan daging yang disebut karnivora contohnya harimau, singa,  dan anjing. Ada kelompok hewan pemakan tumbuhan yang disebut herbivora contohnya sapi, kambing, kuda dan lain-lain. Ada juga yang  pemakan daging dan tumbuhan disebut omnivora, contohnya, ayam, tikus, bebek  dan lain-lain. Kelompok hewan ini merupakan keseimbangan rantai makanan.
 
 
Lakukan wawancara tentang keaneka ragaman binatang yang ada di lingkungan rumahmu.
Gunakan panduan untuk wawancara sebagai berikut!
 
Ayo Berhitung!
 
Kamu sudah berlatih cara berhitung menggunakan kalkulator yang ada di handphonemu bersama orang tuamu, bukan?
Sekarang akan berlatih operasi penjumlahan dan pengurangan dan perkalian. Perhatikan tanda operasi hitungnya ( +, - , x ).
Jangan lupa tulis di bukumu ya, nanti boleh dikirim ke group WhatsApp kelasmua supaya temannya tahu juga.
 
Kamu Harus Tahu!
 
Anak-anak sangat menyukai jajanan. Makanan jajanan ini adalah makanan yang dijajakan. Di tempat rekreasi, di pinggir-pinggir jalan dan di sekitar sekolah seringkali terdapat penjaja makanan. Kita membeli jajanan karena jauh dari rumah atau untuk camilan selingan. Kamu harus berhati-hati saat memilih jajanan, karena seringkali banyak dijajakan makanan yang tidak sehat.
Kalian dapat mengenali ciri-ciri jajanan yang sehat agar aman bagi tubuh yaitu makanan yang sehat, selain segar dan bersih juga tidak boleh mengandung bahan kimia yang berbahaya. Bahan-bahan kimia yang biasa ditambahkan ke dalam makanan secara sengaja disebut bahan tambahan pangan (zat aditif pangan). Bahan kimia yang biasa ditambahkan ke dalam makanan saat pengolahan yaitu:
1. Bahan pewarna
2. Bahan pemanis
3. Bahan pengawet
4. Bahan pengenyal
5. Bahan penambah rasa
Bahan-bahan itu tidak baik bagi kesehatan tubuh. Coba kamu cari tahu, pada makanan apa saja biasanya bahan-bahan itu ditambahkan? Hindari jajan di tempat-tempat yang tidak sehat, misalnya di pinggir jalan yang berdebu, makanan yang tidak diberi pembungkus, dan makanan yang diberi bumbu-bumbu perasa tambahan.
Sabtu, 20 Jun 2020 12:27

Jadwal Resmi SLB Masuk Sekolah

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memutuskan bahwa tahun ajaran baru akan tetap dimulai pada 13 Juli mendatang, artinya tidak akan akan ada penundaan tahun pelajaran baru. Pada tahun pelajaran 2020/2021ini tidak akan sama dengan tahun-tahun sebelumnya,

Pada Live Streaming berjudul Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi COVID-19 pada hari Senin 15 Juni 2020 yang lalu Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan bahwa sekolah yang berada di zona kuning, oranye dan merah masih belum boleh dibuka. Ini artinya, walaupun tahun pelajara baru tetap dimulai pada 13 Juli 2020, namun anak-anak pada daerah ketiga zona tersebut akan memulai pembelajaran pada tahun pelajaran baru dengan masih tetap Pembelajaran Jarak Jauh atau belajar dari rumah.

Sementara itu, sekolah pun tidak serta merta langsung dapat membuka pembelajaran  di zona hijau tersebut, tetapi harus memenuhi beberapa persyaratan ketat yang harus dipenuhi. Mulai dari izin pemerintah daerah hingga kesiapan sekolah dalam memenuhi protokol kesehatan saat pembelajaran tatap muka, serta orang tua anak sendiri mengijinkan anaknya untuk hadir di sekolah.

Perlu diketahui juga, menurut data Kemendikbud, 94 persen peserta didik ternyata bersekolah di zona kuning, oranye dan merah. Artinya, hanya 6 persen dari total peserta didik saja yang berkesempatan melakukan pembelajaran tatap muka.

“Yang 6 persen di zona hijau itulah yang kami perbolehkan, Pemerintah daerah untuk melakukan pembelajaran tatap muka tapi dengan protokol yang sangat ketat,” jelas Nadiem Makarim dalam Live Streaming itu.

Nadiem menjelaskan bahwa sekolah di zona hijau apabila telah memenuhi syarat sebagaimana dijelaskan di atas akan bisa dibuka secara bertahap.

“Untuk bulan pertama, saat check list terpenuhi hanya boleh SMA, SMK, dan SMP. Jadi, hanya yang level menengah,” jelas Mas Mentri.

Sementara untuk jenjang SD, Madrasah Ibtidaiyah, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) baru akan dibuka dua bulan setelahnya. Itu artinya, murid-murid baru bisa tatap muka di bulan September.

“Baru setelah 2 bulan kalau semua masih oke dan hijau baru boleh SD dan SLB yang mulai dibuka,” tuturnya.

Nah, untuk jenjang pendidikan terendah, yaitu PAUD, direncanakan baru akan dibuka dua bulan lagi setelah murid SD masuk, yaitu di bulan November.

“Kenapa yang paling muda itu kita terakhirkan? Karena bagi mereka lebih sulit lagi melakukan physical distancing untuk SD, apalagi PAUD,” ujar dia.

Inilah sekilas jadwal masuk sekolah

         JADWAL MASUK SEKOLAH

No 

Jenjang

Hijau

Kuning

Orange

Merah

Ket

1

SMA/SMK

Juli

PJJ

PJJ

PJJ

 

2

SMP

Juli

PJJ

PJJ

PJJ

 

3

SD/MI/SLB

Sebtember

PJJ

PJJ

PJJ

 

4

TK/PAUD

November

PJJ

PJJ

PJJ

 
Senin, 08 Jun 2020 16:04

Keterampilan Membuat Aksesoris

Kamis, 28 Desember 2017 01:22

OSC with Avitex Membantu Siswa Kurang Mampu

Halaman 1 dari 4